10. Fiil Madhi, Fiil Mudhari', Fiil Amr (Nahwu)
Fiil
Madhi, Fiil Mudhari’. Fiil Amr
فعل الماضي فعل المضارع , فعل الأمر
Fiil Madhi = Kata Kerja lampau (sudah selesai dikerjakan)
Fiil Mudhari’ = Kata Kerja yang sedang dikerjakan atau akan dikerjakan
Fiil Amr = Kata Perintah
Catatan Penting :
Fiiil madhi, mudhari’, amr, masdar, fii’il nahyi, isim zaman isim makan, HARUS DIHAFALKAN TASHRIFNYA menggunakan buku amtsilah tashrifiyah pada pelajaran sharf, entah itu tashrif istilahi atau tashrif lughawi. HARUS DIHAFAL
--------------------------------------------
FIIL MADHI
(Semuanya Mabni,
tidak ada yang mu’rab)
-----------------------------------
1. Mabni dengan fathah
ika TIDAK TERSAMBUNG DENGAN DHAMIR APAPUN (fii’l madhi ashli dengan dhamir huwa / dia laki laki)
Contoh 1
ذَهَبَ, رَجَعَ, مَسَحَ, صَبَرَ, اِسْتَغْفَرَ,
اِنْكَسَرَ
Jika kita perhatikan, semua
fiil madhi diatas berharakat akhir fathah, maka disebut MABNI ALAL
FATHI
-------------------------------
2. Mabni dengan Dhammah
jika tersambung dengan wawu jama’ah (fiil madhi untuk dhamir hum / mereka laki laki)
Contoh 2
ذَهَبُوْا, رَجَعُوْا, مَسَحُوْا,
صَبَرُوا, اِسْتَغْفَرُوْا, اِنْكَسَرُوُا
Jika kita perhatikan, semua
fiil madhi di contoh no 1 sebelumnya berharakat fathah, di contoh
nomor 2 ini BERUBAH menjadi berharakat dhammah karena
tersambung dengan wawu jama’ah (bersambung dengan dhamir hum/ mereka laki laki)
Yang semula berharakat fathah dzahaba, BERUBAH menjadi dzahabu, yang semula raja’a BERUBAH menjadi raja’u
maka karena harakatnya berubah menjadi dhammah, disebut mabni alal dhammi
--------------------------------
3. Mabni dengan sukun
jika tersambung dengan dhamir untuk : anta, anti, ana, hunna, dan nahnu
Contoh 3
ذَهَبْتَ, رَجَعْتِ, مَسَحْتُ,
صَبَرْنَ, اِسْتَغْفَرْنَا, اِنْكَسَرْتَ
Jika kita perhatikan, semua
fiil madhi di contoh no 1 sebelumnya berharakat fathah, di contoh
nomor 2 berharakat dhammah, NAH… di contoh nomor 3 ini BERUBAH
menjadi berharakat SUKUN karena tersambung dengan dhamir anta,
anti, ana, hunna, dan nanhu
maka karena harakatnya berubah menjadi sukun, disebut MABNI ALAS SUKUN
-------------------------
PERTANYAAN :
Mabni dengan fathah, dhammah
dan sukun sudah dibahas, bagaimana fiil madhi yang mabni dengan kasroh?
JAWAB :
Fiil madhi TIDAK ADA yang
mabni dengan kasroh!!
----------------------------------------
FIIL AMR
(semuanya mabni, tidak
ada yang mu’rab)
------------------------------------------
1.
Mabni
dengan sukun, jika =
Sohih akhir (akhir hurufnya BUKAN SALAH SATU dari huruf alif, wawu,
dan ya’) dan TIDAK bersambung dengan apapun
Contoh 1
اِذْهَبْ, اِرْجِعْ, اِمْسَحْ, اِصْبِرْ,
اِسْتَغْفِرْ, اِنْكَسِرْ
Jika kita perhatikan, semua
fiil amr diatas huruf akhirnya bukan salah satu dari alif, wawu, atau ya, dan
tidak tersamung dengan apapun, maka fiil amr diatas berharakat akhir sukun,
dan disebut MABNI ALAS SUKUN
--------------------------
2.
Mabni
dengan sukun, jika =
Bersambung dengan nun
niswah (dhamir utuk antuna / kalian perempuan)
Contoh 2
اِذْهَبْنَ, اِرْجِعْنَ, اِمْسَحْنَ,
اِصْبِرْنَ, اِسْتَغْفِرْنَ, اِنْكَسِرْنَ
Jika kita perhatikan, semua
fiil amr diatas bersambung dengan dhamir untuk antunna (kalian pr) maka
berharakat sukun, karena berharakat
akhir sukun, maka disebut MABNI ALAS SUKUN
--------------------------------------
3.
Mabni
dengan fathah, jika =
Bersambung dengan nun
taukid (nun bertasydid yang menegaskan dan memperkuat suatu perintah)
Contoh 3
اِذْهَبَنَّ, اِرْجِعَنَّ, اِمْسَحَنَّ,
اِصْبِرَنَّ, اِسْتَغْفِرَنَّ, اِنْكَسِرَنَّ
Jika kita perhatikan, semua
fiil amr diatas bersambung dengan nun taukid (nun bertasydid yang
menegaskan dan memperkuat suatu perintah) maka berharakat fathah, karena berharakat akhir fathah, maka
disebut MABNI ALAL FATHI
اِذْهَبْPergilah !!
اِذْهَبَنَّ Pergilah !! (Perintah dengan nada keras) MINGGATO!!
-------------------
4.
Mabni
dengan menghilangkan huruf ILLAH, jika =
huruf terakhirnya adalah salah
satu dari huruf illah (alif, wawu, ya’)
Contoh 4
يَدْعُوْ ßاُدْعُ
يَمْشِيْ ßاِمْشِ
يَرَى ßرَ
Jika kita perhatikan, semua
fiil diatas berakhir dengan salah satu dari huruf alif, wawu, ya’ dan saat fiil fiil yang berakhiran huruf illah
tersebut dijadikan fiil amr maka HURUF ILLAHNYA HILANG!!
-----------------------------------------
5. Mabni dengan menghilangkan huruf NUN, jika =
huruf terakhirnya alif
nun (dhamir antuma), wawu nun (dhamir antum). Dan ya
nun (dhamir anti)
Contoh 5
يَذْهَبَانِ ßاِذْهَبَا
يَذْهَبُوْنَ ßاِذْهَبُوْا
يَذْهَبِيْنَ ßاِذْهَبِيْ
---------------------------------------------
FIIL MUDHARI’
(Mayoritas Mu’rab,
Sebagian Kecil Mabni)
-----------------------------------------------
FIIL MUDHARI’ YANG MABNI
1. Mabni dengan fathah
jika = bersambung dengan nun taukid (nun bertasydid yang menegaskan dan
memperkuat kata tersebut)
Contoh 1
يَذْهَبَنَّ, يَرْجِعَنَّ, يَمْسَحَنَّ,
يَصْبِرَنَّ, يَسْتَغْفِرَنَّ, يَنْكَسِرَنَّ
Jika kita perhatikan, semua fiil mudhari’ diatas bersambung dengan nun taukid,
maka berharakat fathah dan disebut MABNI ALAL FATHI
يَذْهَبُPergi
يَذْهَبَنَّ Benar benar pergi
----------------------------------------------
2. Mabni dengan sukun
jika = bersambung dengan nun niswah (dhamir hunna)
Contoh 1
يَذْهَبْنَ, يَرْجِعْنَ, يَمْسَحْنَ,
يَصْبِرْنَ, يَسْتَغْفِرْنَ, يَنْكَسِرْنَ
Jika kita perhatikan, semua fiil mudhari’ diatas bersambung dengan nun niswah
(dhamir untuk hunna) maka berharakat sukun dan disebut MABNI ALAS SUKUN
FIIL MUDHARI’ YANG
MU’RAB
Semua fiil mudhari itu mu’rab kecuali
jika bersambung dengan 2 hal diatas (nun taukid dan nun niswah) maka menjadi mabni
--------------------------------------
Fiil
Mudhari Manshub dan Fiil Mudhari Majzum
الفعل المضارع المنصوب و الفعل المضارع المجزوم
Fiil Mudhari Manshub =
fiil mudhari’ harakat akhirnya
berubah menjadi fathah
Fiil Mudhari Majzum =
fiil mudhari’ harakat akhirnya
berubah menjadi sukun
------------------------------------------
FIIL MUDHAARI’ MASHUB
1. Bila di depannya ada harf : An, Lan, Idzan,
Kay
أَنْTidak ada artinya
لَنْtidak akan
إذنjadi /
jika begitu.
كيsupaya
-------------------------------------------------------
2. Bila di depannya ada AN MUDHMARROH : yaitu
harf AN yang disembunyikan, biasaya AN MUDHMARROH terletak
setelah harf harf dibawah ini :
لِuntuk
أَوْbermakna “sampai”
حَتَّىsampai / sehingga
فَmaka
وَwawu
yang bermakna : “sedangkan”
Jika didepan fiil mudhori’ ada 5 harf diatas, fiil mudhari’ mejadi manshub BUKAN karena 5 huruf itu, namun manshub KARENA ada harf AN MUDHMARROH yang tersembunyi
Contoh
- contoh :
أُرِيْدُ أَنْ أَذْهَبَ
Saya Ingin Pergi
Adzhaba Manshub karena ada harf An
لَنْ أَشْرَبَ الْخَمْرَ
Saya tidak akan minum khamr
Asyroba Manshub karena ada harf Lan
إِذَنْ تَرْبَحَ تِجَارَتُكَ
Jika begitu daganganmu laris
Tarbakha Manshub karena ada harf Idzan
أَتَعَلَّمُ كَيْ أَنْجَحَ
Saya belajar supaya lulus
Anjakha Manshub karena ada harf Kay
أَقْرَأُ حَتَّى أَفْهَمَ
Saya membaca sampai saya paham
Afhama Manshub BUKAN karena didepannya ada harf Khatta
namun KARENA ada harf AN yang disembunyikan
setelah harf khatta harf
AN yang disembunyikan ini disebut dengan AN Mudhmarroh
اِصْنَعْ المعْرُوْفَ فَتَنَالَ
الشُّكْرَ
Buatlah kebaikan, maka kamu akan menerima ucapan
terimakasih
tanala Manshub BUKAN karena didepannya ada harf
fa’ namun KARENA ada harf AN yang disembunyikan
setelah harf fa’ harf AN
yang disembunyikan ini disebut dengan AN Mudhmarroh
لَا تَأْمُرْ بِالصِّدْقِ وَ تَكْذِبَ
Janganlah menyuruh berkata jujur sedangkan kamu
berbohong
takdziba Manshub BUKAN karena didepannya ada harf
wawu namun KARENA ada harf AN yang disembunyikan
setelah harf wawu harf AN
yang disembunyikan ini disebut dengan AN Mudhmarroh
جَلَسْتُ لِأَسْتَرِيْحَ
Saya duduk untuk beristirahat
astarikha Manshub BUKAN karena didepannya ada harf
lam namun KARENA ada harf AN yang disembunyikan
setelah harf lam harf AN
yang disembunyikan ini disebut dengan AN Mudhmarroh
اِسْتَمِعْ نُصْحَ الطَّبِيْبِ أَوْ يَتِمَّ
شِفَاءُكَ
Dengarkanlah nasehat dokter sampai sembuh
yatimma Manshub BUKAN karena didepannya ada harf
au namun KARENA ada harf AN yang disembunyikan
setelah harf au harf AN
yang disembunyikan ini disebut dengan AN Mudhmarroh
Bila di depannya ada harf : Lam, Laa bermakna jangan, dan in
لَمْTidak atau belum
لَاjangan
إِنْ Jika
Lam, dan Laa memajzumkan satu fiil
mudhari’ sedangkan in memajzumkan dua fiil mudhari’
Contoh
- contoh :
لَمْ أَشْرَبْ مُنْذُ الصَّبَاحِ
Saya belum minum sejak pagi
Asyrob Majzum karena ada harf Lam
لَا تَغْضَبْ وَ لَكَ الْجَنَّةُ
Janganlah marah maka bagimu surga
Taghdhob Majzum karena ada harf Laa
إِنْ تَتَعَلَّمْ تَنْجَحْ
Jika kamu belajar kamu akan berhasil
Tataallam, dan tanjah keduanya majzum karena
ada harf in
---------------------------------------------
Tamrinat Fiil Madhi, Fiil Mudhari, Fiil Amr
---------------------------------------------------
Video Penjelasan Irab fiil Madhi dan Fiil Amr
Video Penjelasan Irab Fiil Mudhari
