12. Mubtada' Khabar, Naat Man'ut, Mudhof Mudhof Ilaih (Nahwu)
-----------------------------
Mudhof
Mudhof Ilaih
مضاف ومضاف إليه
Adalah : KATA BENDA + KATA BENDA
Bermakna :
1. kepemilikan
2. berada di…….
Kata benda pertama disebut MUDHOF
Kata benda kedua disebut MUDHOF ILAIH.
I’rabnya :
1. Untuk mudhof (kata benda pertama) bisa marfu’
manshub atau majrur sesuai dengan kedudukan I’rabnya
2. Untuk mudhof ilaih (kata benda kedua) SELALU
MAJRUR
Catatan Penting :
1. Mudhof HARUS NAKIROH
2. Mudhof TIDAK BOLEH TANWIN
3. Mudhof Ilaih bisa tanwin atau bisa tidak tanwin,
tanwin jika nakiroh, tidak tanwin jika ma’rifah
4. Jika mudhof ilaih ma’rifah maka susunan 2 kata
mudhof plus mudhof ilaih adalah ma’rifah
5. Jika mudhof ilaih nakiroh maka susunan 2 kata mudhof plus mudhof ilaih adalah
nakiroh
-----------------------------
Contoh 1 : Mudhof Yang Marfu’
----------------------------
بَابُ الْفَصْلِ
Pintu kelas (Pintu miliknya
kelas / pintu yang berada di kelas)
بَابُ
Mudhof
اَلْفَصْلِ
Mudhof Ilaih
باب
Pintu (Kata Benda)
اَلْفَصْلِ
Kelas (Kata Benda)
(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof
mudhof ilaih)
بَابُ
marfu’ (bisa berubah manshub atau
majrur tergantung kedudukanya dalam I’rab)
اَلْفَصْلِ
Majrur (mudhof ilaih harus majrur,
tidak bisa marfu atau manshub)
بَابُ
Mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin
اَلْفَصْلِ
mudhof ilaih bisa nakiroh bisa
ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata “baabul
fashli” adalah ma’rifah
jika mudhof ilaihnya nakiroh,
maka susunan kata mudhof + mudhof ilaih adalah nakiroh, contoh :
بَابُ فَصْلٍ
susunan 2 kata ini adalah nakiroh
------------------------------
Contoh 2 : Mudhof Marfu’ dan mudhof ilaih isim
dhomir
كِتَابُهُ
Buku Dia (Buku Miliknya)
كِتَابُ
Mudhof
هُ
Mudhof Ilaih
كِتَابُ
Pintu (Kata Benda)
هُ
(Kata Benda) hu adalah isim dhomir
(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof
mudhof ilaih)
كِتَابُ
marfu’ (bisa berubah manshub atau
majrur tergantung kedudukanya dalam I’rab)
هُ
Majrur karena isim dhomir adalah
mabni (maka I’rabya adalah I’rab mahalli, mabni dengan dhammah fi
mahalli jarri
كِتَابُ
mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin
هُ
mudhof ilaih bisa nakiroh bisa
ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah yaitu isim dhomir, ingat
isim dhomir adalah ma’rifah, karena mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata
“kitabuhu” adalah ma’rifah
Contoh 3 : Mudhof Manshub Karena Maf’ul bih
فَتَحْتُ بَابَ الْفَصْلِ
Saya Membuka Pintu kelas
(Pintu miliknya kelas / pintu yang berada di kelas)
بَابَ
Mudhof
اَلْفَصْلِ
Mudhof Ilaih
بَابَ
Pintu (Kata Benda)
اَلْفَصْلِ
Kelas (Kata Benda)
(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof
mudhof ilaih)
بَابَ
Manshub (karena maf’ul bih)
اَلْفَصْلِ
Majrur (mudhof ilaih harus majrur,
tidak bisa marfu atau manshub)
بَابَ
mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin
اَلْفَصْلِ
mudhof ilaih bisa nakiroh bisa
ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata “baabal
fashli” adalah ma’rifah
jika mudhof ilaihnya nakiroh, maka susunan kata mudhof + mudhof ilaih adalah nakiroh, contoh :
فَتَحْتُ بَابَ فَصْلٍ
susunan 2 kata ini adalah
nakiroh
---------------------------------------------
Contoh 4 : Mudhof Majrur dan mudhof ilaih isim
dhomir
فِي كِتَابِكَ
Di dalam Buku Kamu (di dalam
Buku milikmu)
كِتَابِ
Mudhof
كَ
Mudhof Ilaih
كِتَابِ
Pintu (Kata Benda)
كَ
(Kata Benda) ka adalah isim dhomir
(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof
mudhof ilaih)
كِتَابِ
majrur (karena diawali huruf jar)
كَ
Majrur karena isim dhomir adalah
mabni (maka I’rabya adalah I’rab mahalli, mabni dengan fathah fi
mahalli jarri
كِتَابِ
mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin
كَ
mudhof ilaih bisa nakiroh bisa
ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah yaitu isim dhomir, ingat
isim dhomir adalah ma’rifah, karena mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata
“kitabika” adalah ma’rifah
Contoh 5,6,7 : Mudhof Mudhof Ilaih yang bermakna
di-
مَكْتَبُ الْمَدْرَسَةِ
Meja Kelas (Meja yang berada
di dalam kelas)
مَسْجِدُ بُوْجُوْنِيْكُوْرُوْ
Masjid Bojonegoro (Masjid yang
berada di kota Bojonegoro)
إِسْلَامُ نُوْسَانْتَارَا
Islam Nusantara (Islam yang berada di Nusantara / Islam yang berada di Indonesia)
--------------------------------------------
Na’at dan Man'ut
نَعْتٌ وَ مَنْعُوْتٌ
Adalah : KATA BENDA + KATA SIFAT
Bermakna “yang”
Kata Benda pertama disebut dengan MAN’UT,
Kata benda kedua yaitu kata sifat disebut dengan
NAAT
I’rabnya :
Naat (kata sifat / Kata Benda Kedua) harus
mengikuti man’ut (kata benda pertama) dalam hal I’rab
·
Jika
man’utnya Marfu’ maka naatnya harus Marfu
·
Jika
man’utnya Manshub maka naatnya harus Manshub
·
Jika
man’utnya Majrur maka naatnya harus Majrur
·
Jika
man’utnya Mudzakkar maka naatnya harus Mudzakkar
·
Jika
man’utnya Muannats maka naatnya harus Muannats
·
Jika
man’utnya Nakiroh maka naatnya harus Nakiroh
·
Jika
man’utnya Ma’rifah maka naatnya harus Ma’rifah
Catatan Penting :
- Naat adalah kata sifat, kata sifat adalah bagian dari kata benda, jadi sebenarnya naat adalah isim (kata benda)
- Apa bedanya dengan mudhof mudhof ilaih jika sebenarnya keduanya adalah sama sama kata benda + kata benda?
- Bedanya kalau mudhof mudhof ilaih “kata benda + kata benda non sifat”, sedangkakn kalau naat man’ut adalah “kata benda + kata benda sifat”
- Kalau mudhof ilaih (kata benda kedua) selalu majrur
- Sedangkan kalau naat (kata sifat / kata benda kedua) I’rabya mengikuti man’utya
-------------------------------
Contoh 1 : Naat Man’ut Marfu’
اَلسَّيَّارَةُ الْجَمِيْلَةٌ
Mobil Yang Bagus
اَلسَّيَّارَةُ ß مَنْعُوْتٌ Man’ut
اَلْجَمِيْلَةُ ß نَعْتٌ Na’at
- Man’ut Muannats, maka naat juga harus muannats
- Man’ut Ma’rifah (ada alif lam), maka naat juga harus ma’rifah
- Man’ut Marfu’, maka naat juga harus harus marfu’
-------------------------------------------------
Contoh 2 : Naat Man’ut Manshub
فَتَحْتُ كِتَابًا جَدِيْدًا
Saya membuka buku yang
baru
كِتَابًا ß مَنْعُوْتٌ Man’ut
جَدِيْدًا ß نَعْتٌ Na’at
- Man’ut Mudzakkar, maka naat juga harus mudzakkar
- Man’ut Nakiroh, maka naat juga harus Nakiroh
- Man’ut Manshub (karena maf’ul bih), maka naat juga harus harus Manshub
---------------------------------
Contoh 2 : Naat Man'ut Majrur
أَمَامَ الْمَسْجِدِ الْكَبِيْرِ
Di depan masjid yang
baru
الْمَسْجِدِ ß مَنْعُوْتٌ Man’ut
الْكَبِيْرِ ß نَعْتٌ Na’at
- Man’ut Mudzakkar, maka naat juga harus mudzakkar
- Man’ut Ma’rifah, maka naat juga harus Ma’rifah
- Man’ut Majrur (karena madzruf / didepannya ada dharaf), maka naat juga harus harus majrur
-----------------------
ISIM NISBAH
Adalah KATA BENDA YANG
DIJADIKAN KATA SIFAT
- Berakhir ya’ tasydid (jika mudzakkar)
- Berakhir ya’ tasydid plus ta’ marbuthoh (jika muannats)
- Semua isim nisbah PASTI NAAT
- Dan jika ada dalam susunan
kalimat ditemui ada isim nisbah maka susunannya PASTI NAAT MAN'UT
CONTOH :
إِنْدُوْنِيْسِيَّا
Indonesia
إِنْدُوْنِيْسِيُّ / إِنْدُوْنِيْسِيَّةُ
sesuatu yang bersifat keindonesiaan
Atau orang indonesia
أَعِيْشُ فِي إِنْدُوْنِيْسِيَّا
saya hidup di Indonesia
اَللُّغَةُ الْإِنْدُوْنِيْسِيَّةُ
bahasa yang bersifat
keindonesiaan (Bahasa Indonesia)
Islam
إِسْلَامِيُّ / إِسْلَامِيَّةٌ
Sesuatu
yang bersifat keislaman
الإِسْلَامُ دِيْنُ السَّمَاحَةِ
Islam adalah agama toleran
اَلْمَدْرَسَةُ الْإِسْلَامِيَّةُ
Sekolah yang bersifat
keislaman (Sekolah Islam)
Pemikiran
فِكْرِيٌّ
/ فِكْرِيَّةٌ
sesuatu
yang bersifat kepemikiran
هَذَا فِكْرٌ رَائِعٌ
Ini adalah pemikiran
yang hebat
اَلْحُرُوْبُ الْفِكْرِيَّةُ
Perang yang bersifat kepemikiran (Perang
Pemikiran)
إِنْسَانٌ
Manusia
إِنْسَانِيٌّ / إِنْسَانِيَّةٌ
sesuatu
yang bersifat kemanusiaaan
الإِنْسَانُ مَحَلُّ الْخَطَأِ وَالنِّسْيَانِ
Manusia adalah tempatnya salah dan
lupa
التَّعَاوُنُ الْإِنْسَانِيُّ
Tolong menolong yang bersifat kemanusiaan
ذَهَبٌ
Emas
ذَهَبِيٌّ
/ ذَهَبِيَّةٌ
sesuatu
yang bersifat keemasan
لَيْس كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبُا
Tidak semua yang berkilau itu emas
السَّيَّارَةُ الذَّهَبِيَّةُ
Mobil yang bersifat
keemasan
(bisa mobil yang berwarna emas atau mobil yang
berlapis emas atau mobil yang terbuat
dari emas)
اَلْمُبْتَدَأُ وَ الْخَبَرُ
Adalah : KATA BENDA + KATA BENDA
Bermakna “itu/ini atau adalah”
Kata Benda pertama disebut dengan MUBTADA’,
kata benda kedua disebut dengan KHABAR
Catatan Penting :
- Mubtada’ Harus Marfu’
- Mubtada hampir semuanya Ma’rifah
- Khabar biasanya Nakiroh
CONTOH :
اَلْكِتَابُ جَمِيْلٌ Buku itu lho bagus
اَلْمَدْرَسَةُ وَاسِعَةٌ sekolah itu lho bagus
اَلسَّيَّارَةُ جَدِيْدَةٌ mobil itu lho bagus
هُوَ مُدَرِّسٌ dia adalah seorang guru
هَذَا كِتَابٌ ini adalah buku
Catatan :
Jika kita perhatikan seluruh
kata benda pertama dalam kalimat diatas adalah ma’rifah )huwa hadza adalah
ma’rifah) dan kata benda kedua adalah nakiroh, sedangkan susunan dari
kedua kata benda tersebut memiliki makna ini/itu atau adalah, Maka
susunan kedua kata diatas disebut dengan mubtada’khabar KATA PERTAMA
DISEBUT MUBTADA’
KATA KEDUA DISEBUT KHABAR
Perbedaan
dan Persamaan antara Mubtada’ Khabar, Man’ut Naat, dan Mudhof Mudhof Ilaih
Persamaan Ketiganya:
Ketiganya adalah perpaduan antara kata
benda + kata benda
Pertanyaan : Loh bukannya
Ma’ut Naat itu kata beda + kata sifat? Kok disini dibilang naat man’ut juga
terdiri dari kata benda + kata beda?
Jawab : kata sifat adalah bagian dari isim (kata
beda), jadi sebenarnya kata sifat itu juga adalah kata benda.
Peredaan Secara Makna:
1. Mudhof Mudhof Ilaih bermakna kepemilikan atau
di-
2. Man’ut Na’at bermakna Yang
3. Mubtada Khabar bermakna itu/ini atau
adalah
Peredaan Secara Mufidah atau Tidaknya Jumlah
Tersebut:
1. Mudhof Mudhof BUKAN jumlah mufidah
2. Man’ut Na’at BUKAN jumlah mufidah
3. Mubtada Khabar JUMLAH MUFIDAH
Jumlah Mufidah = susunan kata yang sudah bisa dipahami maknanya
secara baik dan TIDAK MEMBUTUHKAN tambahan kata lagi
Bukan Jumlah Mufidah = susunan kata yang maknanya belum bisa
dipahami, supaya bisa dipahami membutuhkan tambahan kata lain
Peredaan Secara Komposisi Nakiroh Ma’rifah:
1. Mudhof Mudhof Ilaih nakiroh + ma’rifah
2. Naat Man’ut nakiroh + nakiroh atau
ma’rifah + ma’rifah
3. Mubtada Khabar ma’rifah + nakiroh
Catatan : dalam beberapa kasus mudhof mudhof ilaih itu
bisa nakiroh + nakiroh, sedangkan mubtada’ khabar itu bisa ma’rifah + ma’rifah NAMUN
SANGAT JARANG DITEMUI umumnya ya seperti diatas perpaduannya
Contoh mudhof mudhof ilaih
yang nakiroh + nakiroh (jarang dijumpai, umumnya adalah nakiroh + ma’rifah):
بَابُ فَصْلٍ pintu kelas
مَسْجِدُ قَرْيَةٍ pintu kelas
دَرْسُ مَسَاءٍ pelajaran sore
Contoh mubtada khabar yang
ma’rifah + ma’rifah (jarang dijumpai, umumnya adalah ma’rifah + nakiroh):
أَنَا أَحْمَدُ Saya adalah Ahmad
هَذِهِ بُوْجُوْنِيْكُوْرُوْ Ini adalah (kota) Bojonegoro
هِيَ
فَاطِمَةُ Dia Adalah Fatimah
التدريب
LATIHAN
Terjemahkan kalimat dibawah ini, kemudian tentukan kalimat dibawah ini masuk kepada mudhof mudhof ilaih? Naat Man’ut ? Atau mubtada’ khabar?
- 1. اَلْمِسْطَرَةُ طَوِيْلَةٌ
- 2. مِسْطَرَةٌ طَوِيْلَةٌ
- 3. اَلْمِسْطَرَةُ الطَّوِيْلَةُ
- 4. مِسْطَرَةُ الْمَدْرَسَةِ
- 5. اَلْمَيْدَانُ وَاسِعٌ
- 6. اَلْمَيْدَانُ الْوَاسِعُ
- 7. مَيْدَانٌ وَاسِعٌ
- 8. مَيْدَانُ الْمَدِيْنَةِ
- 9. اَلْمُدَرِّسُ مَاهِرٌ
- 10. اَلْمُدَرِّسُ اَلْمَاهِرُ
- 11. مُدَرِّسٌ مَاهِرٌ
- 12. مُدَرِّسُ الْمَدْرَسَةِ
- 13. هُوَ طَبِيْبٌ
- 14. هُوَ أَحْمَدُ
- 15. هِيَ فَاطِمَةُ
- 16. هِيَ مُدَرِّسَةٌ
- 17. تِلْكَ دَرَّاجَةٌ
- 18. تِلْكَ الدَّرَّاجَةُ
- 19. دَرَّاجَتُهَا
- 20. دَرَّاجَةُ مُحَمَّدٍ
- 21. هَذَا كِتَابٌ
- 22. هَذَا الْكِتَابُ
- 23. كِتَابُ أَحْمَدَ
- 24. سَيَّارَةُ إِنْدُوْنِيْسِيَّا
- 25. سَيَّارَةُ إِنْدُوْنِيْسِيَّةٌ
- 26. اَلسَّيَّارَةُ الإِنْدُوْنِيْسِيَّةُ
- 27. لِسَان عَرَب
- 28. لِسَان عَرَبّي
- 29. اَللِّسَان عَرَب
Mubtada’
Khabar dengan Mubtada’ Murakkab
اَلْمُبْتَدَأُ
وَ الْخَبَرُ بالمبتدأ المركب
Mubtada’ bisa terdiri dari 3 jenis
1.
Mubtada’
Mufrod
2.
Mubtada’
Man’ut Na’at
3.
Mubtada’
Mudhof Mudhof Ilaih
Semua kata yang bergaris
bawah di contoh ini adalah mubtada’
Contoh Mubtada’ Mufrod
اَلسَّيَّارَةُ جَمِيْلَةٌ Mobil Itu bagus ß
اَلْمَيْدَانُ وَاسِعٌ Lapangan Itu luas ß
اَلْأُسْتَاذُ مَاهِرٌ Professor Itu pandai ß
Contoh Mubtada’ Yang Terdiri Dari Ma’ut Na’at
اَلسَّيَّارَةُ الْجَدِيْدَةُ جَمِيْلَةٌ Mobil yang baru Itu bagus ß
اَلْمَيْدَانُ النَّظِيْفُ وَاسِعٌ Lapangan yang bersih Itu luas ß
اَلْأُسْتَاذُ الإندونيسي مَاهِرٌ Professor indonesia Itu pandai ß
Contoh Mubtada’ Yang Terdiri Dari Mudhof Mudhof
Ilaih
سَيَّارَةُ الْمُدَرِّسِ جَمِيْلَةٌ Mobilnya Guru Itu bagus ß
مَيْدَانُ الْمَدِيْنَةِ وَاسِعٌ Lapangan di kota Itu luas ß
أُسْتَاذُ الْجَامِعَةِ مَاهِرٌ Professor universitas Itu pandai ß
Mubtada’
Khabar dengan Khabar Murakkab
اَلْمُبْتَدَأُ
وَ الْخَبَرُ بالخبر المركب
Khabar bisa terdiri dari 4 jenis
1.
Khabar
Mufrod
2.
Khabar
Jumlah Fi’liyah
3.
Khabar
Jumlah Ismiyah
4.
Khabar
Syibhul Jumlah
Untuk memahami Jumlah fi’liyah dan jumlah
ismiyah silakan buka kembali halaman 14, dan untuk memahami syibhul
jumlah silakan buka kembali halaman 33
Semua kata yang bergaris
bawah di contoh ini adalah khabar
Contoh Khabar Mufrod
اَلسَّيَّارَةُ جَمِيْلَةٌ Mobil Itu bagus ß
اَلْمَيْدَانُ وَاسِعٌ Lapangan Itu luas ß
اَلْأُسْتَاذُ مَاهِرٌ Professor Itu pandai ß
Contoh Khabar Jumlah Fi’liyah
اَلسَّيَّارَةُ تَدْخُلُ الْمَدِيْنَةَ Mobil Itu masuk kota ß
اَلْمَيْدَانُ تَقَعُ وَسَطَ الْمَدِيْنَةِ Lapangan Itu terletak di tengah kota ß
اَلْأُسْتَاذُ تَشْرَحُ الدَّرْسَ Professor Itu menjelaskan pelajaran ß
اَلسَّيَّارَةُ Mubtada
تَدْخُلُ الْمَدِيْنَةَ Khabar (jumlah fi’liyah)
Contoh Khabar Jumlah Ismiyah
Catatan penting : jumlah ismiyah = mubtada’ khabar
jadi “mubtada’ khabar” yang “khabar” nya
tersusun dari jumlah ismiyah sebutan lainnya : “mubtada’ khabar” dengan “khabar”nya
tersusun dari “mubtada’ khabar”
اَلسَّيَّارَةُ لَوْنُهَا أَسْوَدُ Mobil Itu warnanya hitam ß
اَلْمَيْدَانُ أَعْشَابُهَا ثَخِيْفَةٌ Lapangan Itu rumputnya lebat ß
اَلْأُسْتَاذُ لِبَاسُهُ جَدِيْدٌ Professor Itu pakaiannya baru ß
اَلسَّيَّارَةُ Mubtada’
لَوْنُهَا أَسْوَدُ Khabar (jumlah ismiyah)
لَوْنُهَا Mubtada’
(mudhof mudhof ilaih)
أَسْوَدُ Khabar
Contoh Khabar Syibhul Jumlah
اَلسَّيَّارَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ Mobil Itu di depan rumah ß
اَلْمَيْدَانُ وَرَاءَ الْحَدِيْقَةِ Lapangan Itu di belakang taman ß
اَلْأُسْتَاذُ فِيْ الْجَامِعَةِ Professor Itu di dalam universitas ß
اَلسَّيَّارَةُ Mubtada’
أَمَامَ الْبَيْتِ Khabar (Syibhul
Jumlah)
Mubtada’
Muakkhar dan Khabar Muqoddam
(Mubtada di belakang, Khabar di
depan)
الخبر المقدم
والمبتدأ المؤخر
Umumnya yang namanya mubtada’
itu letaknya di depan dan ma’rifah, sedangkan khabar itu dibelakang NAMUN
Jika khabarnya adalah syibhul jumlah, maka
mubtada’nya BOLEH diletakkan di belakang dan mubtada’nya juga BOLEH
menjadi nakiroh
Contoh 1
اَلسَّيَّارَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ mobil itu di depan rumah
اَلسَّيَّارَةُ Mubtada’ أَمَامَ الْبَيْتِ Khabar (Syibhul Jumlah)
jika khabarya syibhul jumlah
maka mubtada’nya BOLEH diletakkan di belakang dan mubtada’nya juga BOLEH
berubah menjadi nakiroh, maka bisa berubah menjadi:
أَمَامَ الْبَيْتِ اَلسَّيَّارَةُ
atau أَمَامَ الْبَيْتِ سَيَّارَةٌ
Contoh 2
اَلْكِتَابُ لِأَحْمَدَ Buku itu milik Ahmad
اَلْكِتَابُ Mubtada’ لِأَحْمَدَ Khabar (Syibhul
Jumlah)
Bisa berubah menjadi
لِأَحْمَدَ اَلْكِتَابُ atau لِأَحْمَدَ اكِتَابٌ
Mubtada’
dengan Banyak Khabar
اَلْمُبْتَدَأُ بِتَعَدُّدِ الْخَبَرِ
Dalam susunan mubtada’ khabar,
khabar boleh lebih dari satu meskipun mubtada’nya hanya Satu
Contoh :
اَلسَّيَّارَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ جَمِيْلَةٌ
لَوْنُهُ أَسْوَدُ تَحْمِلُ الرًّكَّابَ
Mobil itu di depan rumah,
bagus, warnanya hitam, membawa penumpang penumpang
اَلسَّيَّارَةُ Mubtada’
أَمَامَ الْبَيْتِ khabar 1 (syibhul jumlah)
جَمِيْلَةٌ khabar 2 (mufrod)
لَوْنُهُ أَسْوَدُ khabar 3 (jumlah ismiyah)
تَحْمِلُ الرًّكَّابَ khabar 4 (jumlah fi’liyah)
التدريب
LATIHAN
Terjemahkan kalimat dibawah
ini, kemudian tentukan mana mubtada’nya dan mana khabarnya? Setelah itu
jelaskan mubtada dan khabarnya terdiri dari susunan apa?
1. اَلْمِسْطَرَةُ
طَوِيْلَةٌ
2. اَلطَّالِبُ الْمَاهِرُ صَادِقٌ
3. سَاحَةُ الْمَسْجِدِ وَاسِعٌ
4. اَلْمَدْرَسَةُ الْكَبِيْرَةُ وَسَطَ اْلَمَدِيْنَةِ
5. مُدِيْرُ الْمَعْهَدِ تَجْلِسُ عَلَى الْكُرْسِيِّ
6. اَلرَّئِيْسُ الْعَزِيْزُ وَجْهُهُ مُنِيْرٌ جَمِيْلٌ
تَمْشِى إِلَى الْقَصْرِ بَعْدَ الْعَصْرِ
7. عَلَى الْمَكْتَبِ قَلَمٌ طَوِيْلٌ لَوْنُهُ أَزْرَقُ
8. فَوْقَ الْمَكْتَبِ امِصْبَاحٌ مُنِيْرٌ سِعْرُهُ غَالٍ
تُضِيْءُ الْغُرْفَةَ
9. عَلَى الْكُرْسِيِّ طِفْلٌ جَمِيْلٌ يَقْرَأُ
الْقُرْأَنَ
10. اَلْمَلِكُ كَالشَّمْسِ تُنِيْرُ الْأَرْضَ
11. فِيْ الْبَيْتِ كُرْسِىٌّ قَدِيْمٌ لَوْنُهُ أَحْمَرُ
تَقَعُ زَاوِيَةَ الْغُرْفَةِ
12. مُحَمَّدٌ مَاهِرٌ يَدْرُسُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ
13. مِنَ الْبَيْتِ إِلَى الْمَدِيْنَةِ زَيْد يَذْهَبُ بِالسَّيَّارَةِ
14. كِتَابُ الْأُسْتَاذِ تَحْتَ الْوِسَادَةِ
15. اَلْبِرْكَةُ السِّبَاحَةُ وَاسِعَةٌ جَمِيْلَةٌ
Tamrinat Mubtada Khabar, Naat Man'ut, Mudhof Mudhof Ilaih
