12. Mubtada' Khabar, Naat Man'ut, Mudhof Mudhof Ilaih (Nahwu)

 




-----------------------------

Mudhof Mudhof Ilaih

مضاف ومضاف إليه

 

---------------------------------------------

Adalah : KATA BENDA + KATA BENDA

Bermakna :

1.      kepemilikan

2.      berada di…….

Kata benda pertama disebut MUDHOF

Kata benda kedua disebut MUDHOF ILAIH.

 

I’rabnya :

1.      Untuk mudhof (kata benda pertama) bisa marfu’ manshub atau majrur sesuai dengan kedudukan I’rabnya

2.      Untuk mudhof ilaih (kata benda kedua) SELALU MAJRUR

 

Catatan Penting :

1.      Mudhof HARUS NAKIROH

2.      Mudhof TIDAK BOLEH TANWIN

3.      Mudhof Ilaih bisa tanwin atau bisa tidak tanwin, tanwin jika nakiroh, tidak tanwin jika ma’rifah

4.      Jika mudhof ilaih ma’rifah maka susunan 2 kata mudhof plus mudhof ilaih adalah ma’rifah

5.      Jika mudhof ilaih nakiroh maka susunan  2 kata mudhof plus mudhof ilaih adalah nakiroh

   -----------------------------

Contoh 1 :  Mudhof Yang Marfu’

----------------------------

بَابُ الْفَصْلِ

Pintu kelas (Pintu miliknya kelas / pintu yang berada di kelas)

 

بَابُ

Mudhof

اَلْفَصْلِ

Mudhof Ilaih

باب

 Pintu (Kata Benda)

اَلْفَصْلِ

Kelas (Kata Benda)

(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof mudhof ilaih)


بَابُ

marfu’ (bisa berubah manshub atau majrur tergantung kedudukanya dalam I’rab)

اَلْفَصْلِ

Majrur (mudhof ilaih harus majrur, tidak bisa marfu atau manshub)

بَابُ

Mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin



اَلْفَصْلِ

mudhof ilaih bisa nakiroh bisa ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata “baabul fashli” adalah ma’rifah

 

jika mudhof ilaihnya nakiroh, maka susunan kata mudhof + mudhof ilaih adalah nakiroh, contoh :

بَابُ فَصْلٍ 

susunan 2 kata ini adalah nakiroh

------------------------------

Contoh 2 : Mudhof Marfu’ dan mudhof ilaih isim dhomir

كِتَابُهُ

Buku Dia (Buku Miliknya)

كِتَابُ

Mudhof

هُ

Mudhof Ilaih


كِتَابُ

Pintu (Kata Benda)

هُ

(Kata Benda) hu adalah isim dhomir

(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof mudhof ilaih)


كِتَابُ

marfu’ (bisa berubah manshub atau majrur tergantung kedudukanya dalam I’rab)

هُ

Majrur karena isim dhomir adalah mabni (maka I’rabya adalah I’rab mahalli, mabni dengan dhammah fi mahalli jarri





كِتَابُ

mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin

هُ

mudhof ilaih bisa nakiroh bisa ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah yaitu isim dhomir, ingat isim dhomir adalah ma’rifah, karena mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata “kitabuhu” adalah ma’rifah

----------------------------------------------- 

Contoh 3 : Mudhof Manshub Karena Maf’ul bih

فَتَحْتُ بَابَ الْفَصْلِ

Saya Membuka Pintu kelas (Pintu miliknya kelas / pintu yang berada di kelas)

 بَابَ

Mudhof

اَلْفَصْلِ

Mudhof Ilaih

بَابَ

Pintu (Kata Benda)

اَلْفَصْلِ

Kelas (Kata Benda)

(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof mudhof ilaih)


بَابَ

Manshub (karena maf’ul bih)

اَلْفَصْلِ

Majrur (mudhof ilaih harus majrur, tidak bisa marfu atau manshub)


بَابَ

mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin

اَلْفَصْلِ

mudhof ilaih bisa nakiroh bisa ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata “baabal fashli” adalah ma’rifah

 jika mudhof ilaihnya nakiroh, maka susunan kata mudhof + mudhof ilaih adalah nakiroh, contoh :

فَتَحْتُ بَابَ فَصْلٍ

susunan 2 kata ini adalah nakiroh

---------------------------------------------

Contoh 4 : Mudhof Majrur dan mudhof ilaih isim dhomir

فِي كِتَابِكَ

Di dalam Buku Kamu (di dalam Buku milikmu)

 كِتَابِ

Mudhof

كَ

Mudhof Ilaih


كِتَابِ

Pintu (Kata Benda)

كَ

 (Kata Benda) ka adalah isim dhomir

(dalam hal ini Kata Benda + Kata Benda = mudhof mudhof ilaih)


كِتَابِ

majrur (karena diawali huruf jar)

كَ

Majrur karena isim dhomir adalah mabni (maka I’rabya adalah I’rab mahalli, mabni dengan fathah fi mahalli jarri


كِتَابِ

mudhof harus nakiroh dan tidak boleh tanwin

كَ

mudhof ilaih bisa nakiroh bisa ma’rifah namun di contoh ini mudhof ilaihnya ma’rifah yaitu isim dhomir, ingat isim dhomir adalah ma’rifah, karena mudhof ilaihnya ma’rifah maka susunan kata “kitabika” adalah ma’rifah

------------------------------------- 

Contoh 5,6,7 : Mudhof Mudhof Ilaih yang bermakna di-

مَكْتَبُ الْمَدْرَسَةِ

Meja Kelas (Meja yang berada di dalam kelas)

مَسْجِدُ بُوْجُوْنِيْكُوْرُوْ

Masjid Bojonegoro (Masjid yang berada di kota Bojonegoro)

إِسْلَامُ نُوْسَانْتَارَا

Islam Nusantara (Islam yang berada di Nusantara / Islam yang berada di Indonesia)

--------------------------------------------

---------------------------------------------

Na’at dan Man'ut

نَعْتٌ وَ مَنْعُوْتٌ  

 


Adalah : KATA BENDA + KATA SIFAT

Bermakna “yang”

Kata Benda pertama disebut dengan MAN’UT,

Kata benda kedua yaitu kata sifat disebut dengan NAAT

 

I’rabnya :

Naat (kata sifat / Kata Benda Kedua) harus mengikuti man’ut (kata benda pertama) dalam hal I’rab

·    Jika man’utnya Marfu’ maka naatnya harus Marfu

·    Jika man’utnya Manshub maka naatnya harus Manshub

·    Jika man’utnya Majrur maka naatnya harus Majrur

·    Jika man’utnya Mudzakkar maka naatnya harus Mudzakkar

·    Jika man’utnya Muannats maka naatnya harus Muannats

·    Jika man’utnya Nakiroh maka naatnya harus Nakiroh

·    Jika man’utnya Ma’rifah maka naatnya harus Ma’rifah

 

Catatan Penting :

  1. Naat adalah kata sifat, kata sifat adalah bagian dari kata benda, jadi sebenarnya naat adalah isim (kata benda)
  2. Apa bedanya dengan mudhof mudhof ilaih jika sebenarnya keduanya adalah sama sama kata benda + kata benda?

  • Bedanya kalau mudhof mudhof ilaih “kata benda + kata benda non sifat”, sedangkakn kalau naat man’ut adalah “kata benda + kata benda sifat
  • Kalau mudhof ilaih (kata benda kedua) selalu majrur
  • Sedangkan kalau naat (kata sifat / kata benda kedua) I’rabya mengikuti man’utya

-------------------------------

Contoh 1 :  Naat Man’ut Marfu’

اَلسَّيَّارَةُ الْجَمِيْلَةٌ

Mobil Yang Bagus

اَلسَّيَّارَةُ ß مَنْعُوْتٌ Man’ut

اَلْجَمِيْلَةُ ß نَعْتٌ Na’at

  1. Man’ut Muannats, maka naat juga harus muannats
  2. Man’ut Ma’rifah (ada alif lam), maka naat juga harus ma’rifah
  3. Man’ut Marfu’, maka naat juga harus harus marfu’

 -------------------------------------------------

Contoh 2 :   Naat Man’ut Manshub

فَتَحْتُ كِتَابًا جَدِيْدًا

Saya membuka buku yang baru

كِتَابًا ß مَنْعُوْتٌ Man’ut

جَدِيْدًا ß نَعْتٌ Na’at

  1. Man’ut Mudzakkar, maka naat juga harus mudzakkar
  2. Man’ut Nakiroh, maka naat juga harus Nakiroh
  3. Man’ut Manshub (karena maf’ul bih), maka naat juga harus harus Manshub

---------------------------------

Contoh 2 : Naat Man'ut Majrur

أَمَامَ الْمَسْجِدِ الْكَبِيْرِ

Di depan masjid yang baru

الْمَسْجِدِ ß مَنْعُوْتٌ Man’ut

الْكَبِيْرِ ß نَعْتٌ Na’at

  1. Man’ut Mudzakkar, maka naat juga harus mudzakkar
  2. Man’ut Ma’rifah, maka naat juga harus Ma’rifah
  3. Man’ut Majrur (karena madzruf / didepannya ada dharaf), maka naat juga harus harus majrur

-----------------------

ISIM NISBAH

Adalah KATA BENDA YANG DIJADIKAN KATA SIFAT

  1.  Berakhir ya’ tasydid (jika mudzakkar)
  2. Berakhir ya’ tasydid plus ta’ marbuthoh (jika muannats)
  3.  Semua isim nisbah PASTI NAAT
  4. Dan jika ada dalam susunan kalimat ditemui ada isim nisbah maka susunannya PASTI NAAT MAN'UT

 

CONTOH :

إِنْدُوْنِيْسِيَّا

Indonesia

 إِنْدُوْنِيْسِيُّ / إِنْدُوْنِيْسِيَّةُ

sesuatu yang bersifat keindonesiaan

 Atau orang indonesia

أَعِيْشُ فِي إِنْدُوْنِيْسِيَّا

  saya hidup di Indonesia

اَللُّغَةُ الْإِنْدُوْنِيْسِيَّةُ

  bahasa yang bersifat keindonesiaan (Bahasa Indonesia)

 -------------------

 إِسْلَامٌ 

Islam

إِسْلَامِيُّ / إِسْلَامِيَّةٌ

Sesuatu yang bersifat keislaman

الإِسْلَامُ دِيْنُ السَّمَاحَةِ

  Islam adalah agama toleran

اَلْمَدْرَسَةُ الْإِسْلَامِيَّةُ

  Sekolah yang bersifat keislaman (Sekolah Islam)

------------------------

 فِكْرٌ

Pemikiran

فِكْرِيٌّ  / فِكْرِيَّةٌ

sesuatu yang bersifat kepemikiran

هَذَا فِكْرٌ رَائِعٌ

  Ini adalah pemikiran yang hebat

اَلْحُرُوْبُ الْفِكْرِيَّةُ

  Perang yang bersifat kepemikiran (Perang Pemikiran)

 --------------------

إِنْسَانٌ 

Manusia

إِنْسَانِيٌّ / إِنْسَانِيَّةٌ

sesuatu yang bersifat kemanusiaaan

الإِنْسَانُ مَحَلُّ الْخَطَأِ وَالنِّسْيَانِ

  Manusia adalah tempatnya salah dan lupa

التَّعَاوُنُ الْإِنْسَانِيُّ

  Tolong menolong yang bersifat kemanusiaan

------------------------- 

ذَهَبٌ 

Emas 

ذَهَبِيٌّ / ذَهَبِيَّةٌ

 sesuatu yang bersifat keemasan 

لَيْس كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبُا

  Tidak semua yang berkilau itu emas

السَّيَّارَةُ الذَّهَبِيَّةُ

 Mobil yang bersifat keemasan

(bisa mobil yang berwarna emas atau mobil yang berlapis emas  atau mobil yang terbuat dari emas)

 ---------------------------------

 Mubtada’ Khabar

 اَلْمُبْتَدَأُ وَ الْخَبَرُ

Adalah : KATA BENDA + KATA BENDA

Bermakna “itu/ini atau adalah”

Kata Benda pertama disebut dengan MUBTADA’,

kata benda kedua disebut dengan KHABAR

 

Catatan Penting :

  1. Mubtada’ Harus Marfu’
  2. Mubtada hampir semuanya Ma’rifah
  3. Khabar biasanya Nakiroh

CONTOH :

اَلْكِتَابُ جَمِيْلٌ    Buku itu lho bagus

اَلْمَدْرَسَةُ وَاسِعَةٌ   sekolah itu lho bagus

اَلسَّيَّارَةُ جَدِيْدَةٌ    mobil itu lho bagus

هُوَ مُدَرِّسٌ    dia adalah seorang guru

هَذَا كِتَابٌ    ini adalah buku

Catatan :

Jika kita perhatikan seluruh kata benda pertama dalam kalimat diatas adalah ma’rifah )huwa hadza adalah ma’rifah) dan kata benda kedua adalah nakiroh, sedangkan susunan dari kedua kata benda tersebut memiliki makna ini/itu atau adalah, Maka susunan kedua kata diatas disebut dengan mubtada’khabar KATA PERTAMA DISEBUT MUBTADA’

KATA KEDUA DISEBUT KHABAR

BAB 24

Perbedaan dan Persamaan antara Mubtada’ Khabar, Man’ut Naat, dan Mudhof Mudhof Ilaih

 

Persamaan Ketiganya:

Ketiganya adalah perpaduan antara kata benda + kata benda

 

Pertanyaan : Loh bukannya Ma’ut Naat itu kata beda + kata sifat? Kok disini dibilang naat man’ut juga terdiri dari kata benda + kata beda?

 

Jawab : kata sifat adalah bagian dari isim (kata beda), jadi sebenarnya kata sifat itu juga adalah kata benda.

 

Peredaan Secara Makna:

1.      Mudhof Mudhof Ilaih bermakna kepemilikan atau di-

2.      Man’ut Na’at bermakna Yang

3.      Mubtada Khabar bermakna itu/ini atau adalah

 

Peredaan Secara Mufidah atau Tidaknya Jumlah Tersebut:

1.      Mudhof Mudhof BUKAN jumlah mufidah

2.      Man’ut Na’at BUKAN jumlah mufidah

3.      Mubtada Khabar JUMLAH MUFIDAH

 

Jumlah Mufidah = susunan kata yang sudah bisa dipahami maknanya secara baik dan TIDAK MEMBUTUHKAN tambahan kata lagi

 

Bukan Jumlah Mufidah = susunan kata yang maknanya belum bisa dipahami, supaya bisa dipahami membutuhkan tambahan kata lain

 

Peredaan Secara Komposisi Nakiroh Ma’rifah:

1.      Mudhof Mudhof Ilaih nakiroh + ma’rifah

2.      Naat Man’ut nakiroh + nakiroh atau ma’rifah + ma’rifah

3.      Mubtada Khabar ma’rifah + nakiroh

 

Catatan : dalam beberapa kasus mudhof mudhof ilaih itu bisa nakiroh + nakiroh, sedangkan mubtada’ khabar itu bisa ma’rifah + ma’rifah NAMUN SANGAT JARANG DITEMUI umumnya ya seperti diatas perpaduannya

 

Contoh mudhof mudhof ilaih yang nakiroh + nakiroh (jarang dijumpai, umumnya adalah nakiroh + ma’rifah):

بَابُ فَصْلٍ    pintu kelas

مَسْجِدُ قَرْيَةٍ    pintu kelas

دَرْسُ مَسَاءٍ    pelajaran sore

 

Contoh mubtada khabar yang ma’rifah + ma’rifah (jarang dijumpai, umumnya adalah ma’rifah + nakiroh):

أَنَا أَحْمَدُ    Saya adalah Ahmad

هَذِهِ بُوْجُوْنِيْكُوْرُوْ    Ini adalah (kota) Bojonegoro

هِيَ فَاطِمَةُ    Dia Adalah Fatimah

 

 

 

 

 

 

 

التدريب

LATIHAN

 

Terjemahkan kalimat dibawah ini, kemudian tentukan kalimat dibawah ini masuk kepada mudhof mudhof ilaih? Naat Man’ut ? Atau mubtada’ khabar?


  1. 1.       اَلْمِسْطَرَةُ طَوِيْلَةٌ
  2. 2.       مِسْطَرَةٌ طَوِيْلَةٌ
  3. 3.       اَلْمِسْطَرَةُ الطَّوِيْلَةُ
  4. 4.       مِسْطَرَةُ الْمَدْرَسَةِ
  5. 5.       اَلْمَيْدَانُ وَاسِعٌ
  6. 6.       اَلْمَيْدَانُ الْوَاسِعُ
  7. 7.       مَيْدَانٌ وَاسِعٌ
  8. 8.       مَيْدَانُ الْمَدِيْنَةِ
  9. 9.       اَلْمُدَرِّسُ مَاهِرٌ
  10. 10.   اَلْمُدَرِّسُ اَلْمَاهِرُ
  11. 11.   مُدَرِّسٌ مَاهِرٌ
  12. 12.   مُدَرِّسُ الْمَدْرَسَةِ
  13. 13.   هُوَ طَبِيْبٌ
  14. 14.   هُوَ أَحْمَدُ
  15. 15.   هِيَ فَاطِمَةُ
  16. 16.   هِيَ مُدَرِّسَةٌ
  17. 17.   تِلْكَ دَرَّاجَةٌ
  18. 18.   تِلْكَ الدَّرَّاجَةُ
  19. 19.   دَرَّاجَتُهَا
  20. 20.   دَرَّاجَةُ مُحَمَّدٍ
  21. 21.   هَذَا كِتَابٌ
  22. 22.   هَذَا الْكِتَابُ
  23. 23.   كِتَابُ أَحْمَدَ
  24. 24.   سَيَّارَةُ إِنْدُوْنِيْسِيَّا
  25. 25.   سَيَّارَةُ إِنْدُوْنِيْسِيَّةٌ
  26. 26.   اَلسَّيَّارَةُ الإِنْدُوْنِيْسِيَّةُ
  27. 27.   لِسَان عَرَب
  28. 28.   لِسَان عَرَبّي
  29. 29.   اَللِّسَان عَرَب
  30.  



Mubtada’ Khabar dengan Mubtada’ Murakkab

اَلْمُبْتَدَأُ وَ الْخَبَرُ بالمبتدأ المركب

 

Mubtada’ bisa terdiri dari 3 jenis

1.      Mubtada’ Mufrod

2.      Mubtada’ Man’ut Na’at

3.      Mubtada’ Mudhof Mudhof Ilaih

 

Semua kata yang bergaris bawah di contoh ini adalah mubtada’

 

Contoh Mubtada’ Mufrod

اَلسَّيَّارَةُ جَمِيْلَةٌ   Mobil Itu bagus  ß

اَلْمَيْدَانُ وَاسِعٌ   Lapangan Itu luas  ß

اَلْأُسْتَاذُ مَاهِرٌ   Professor Itu pandai  ß

 

Contoh Mubtada’ Yang Terdiri Dari Ma’ut Na’at

اَلسَّيَّارَةُ الْجَدِيْدَةُ جَمِيْلَةٌ   Mobil yang baru Itu bagus  ß

اَلْمَيْدَانُ النَّظِيْفُ وَاسِعٌ   Lapangan yang bersih Itu luas  ß

اَلْأُسْتَاذُ الإندونيسي مَاهِرٌ   Professor indonesia Itu pandai  ß

 

Contoh Mubtada’ Yang Terdiri Dari Mudhof Mudhof Ilaih

سَيَّارَةُ الْمُدَرِّسِ جَمِيْلَةٌ   Mobilnya Guru Itu bagus  ß

مَيْدَانُ الْمَدِيْنَةِ وَاسِعٌ   Lapangan di kota Itu luas  ß

أُسْتَاذُ الْجَامِعَةِ مَاهِرٌ   Professor universitas Itu pandai  ß

BAB 26

Mubtada’ Khabar dengan Khabar Murakkab

اَلْمُبْتَدَأُ وَ الْخَبَرُ بالخبر المركب

Khabar bisa terdiri dari 4 jenis

1.      Khabar Mufrod

2.      Khabar Jumlah Fi’liyah

3.      Khabar Jumlah Ismiyah

4.      Khabar Syibhul Jumlah

 

Untuk memahami Jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah silakan buka kembali halaman 14, dan untuk memahami syibhul jumlah silakan buka kembali halaman 33

 

Semua kata yang bergaris bawah di contoh ini adalah khabar

 

Contoh Khabar Mufrod

اَلسَّيَّارَةُ جَمِيْلَةٌ   Mobil Itu bagus  ß

اَلْمَيْدَانُ وَاسِعٌ   Lapangan Itu luas  ß

اَلْأُسْتَاذُ مَاهِرٌ   Professor Itu pandai  ß

 

Contoh Khabar Jumlah Fi’liyah

اَلسَّيَّارَةُ تَدْخُلُ الْمَدِيْنَةَ   Mobil Itu masuk kota  ß

اَلْمَيْدَانُ تَقَعُ وَسَطَ الْمَدِيْنَةِ   Lapangan Itu terletak di tengah kota  ß

اَلْأُسْتَاذُ تَشْرَحُ الدَّرْسَ   Professor Itu menjelaskan pelajaran  ß

 

اَلسَّيَّارَةُ Mubtada

تَدْخُلُ الْمَدِيْنَةَ Khabar (jumlah fi’liyah)

Contoh Khabar Jumlah Ismiyah

Catatan penting : jumlah ismiyah  =  mubtada’ khabar

 

jadi “mubtada’ khabar” yang “khabar” nya tersusun dari jumlah ismiyah sebutan lainnya : “mubtada’ khabar” dengan “khabar”nya tersusun dari “mubtada’ khabar”

اَلسَّيَّارَةُ لَوْنُهَا أَسْوَدُ   Mobil Itu warnanya hitam  ß

اَلْمَيْدَانُ أَعْشَابُهَا ثَخِيْفَةٌ   Lapangan Itu rumputnya lebat ß

اَلْأُسْتَاذُ لِبَاسُهُ جَدِيْدٌ   Professor Itu pakaiannya baru  ß

 


اَلسَّيَّارَةُ Mubtada’

لَوْنُهَا أَسْوَدُ Khabar (jumlah ismiyah) 

 

لَوْنُهَا Mubtada’ (mudhof mudhof ilaih) 

أَسْوَدُ Khabar 

 

Contoh Khabar Syibhul Jumlah

اَلسَّيَّارَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ   Mobil Itu di depan rumah  ß

اَلْمَيْدَانُ وَرَاءَ الْحَدِيْقَةِ   Lapangan Itu di belakang taman  ß

اَلْأُسْتَاذُ فِيْ الْجَامِعَةِ   Professor Itu di dalam universitas  ß

 

اَلسَّيَّارَةُ Mubtada’

أَمَامَ الْبَيْتِ  Khabar (Syibhul Jumlah)

 

BAB 27

Mubtada’ Muakkhar dan Khabar Muqoddam

(Mubtada di belakang, Khabar di depan)

الخبر المقدم والمبتدأ المؤخر

Umumnya yang namanya mubtada’ itu letaknya di depan dan ma’rifah, sedangkan khabar itu dibelakang NAMUN Jika khabarnya adalah syibhul jumlah, maka mubtada’nya BOLEH diletakkan di belakang dan mubtada’nya juga BOLEH menjadi nakiroh

 

Contoh 1

اَلسَّيَّارَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ mobil itu di depan rumah 

اَلسَّيَّارَةُ       Mubtada’ أَمَامَ الْبَيْتِ  Khabar (Syibhul Jumlah)

 

jika khabarya syibhul jumlah maka mubtada’nya BOLEH diletakkan di belakang dan mubtada’nya juga BOLEH berubah menjadi nakiroh, maka bisa berubah menjadi:

أَمَامَ الْبَيْتِ اَلسَّيَّارَةُ    atau   أَمَامَ الْبَيْتِ سَيَّارَةٌ

 

Contoh 2

 اَلْكِتَابُ لِأَحْمَدَ Buku itu milik Ahmad

اَلْكِتَابُ    Mubtada’ لِأَحْمَدَ   Khabar (Syibhul Jumlah)

 

Bisa berubah menjadi

لِأَحْمَدَ اَلْكِتَابُ    atau   لِأَحْمَدَ اكِتَابٌ

 

BAB 28

Mubtada’ dengan Banyak Khabar

اَلْمُبْتَدَأُ بِتَعَدُّدِ الْخَبَرِ

Dalam susunan mubtada’ khabar, khabar boleh lebih dari satu meskipun mubtada’nya hanya Satu

 

Contoh :

اَلسَّيَّارَةُ أَمَامَ الْبَيْتِ جَمِيْلَةٌ لَوْنُهُ أَسْوَدُ تَحْمِلُ الرًّكَّابَ

Mobil itu di depan rumah, bagus, warnanya hitam, membawa penumpang penumpang

اَلسَّيَّارَةُ       Mubtada’

أَمَامَ الْبَيْتِ       khabar 1 (syibhul jumlah)

جَمِيْلَةٌ       khabar 2 (mufrod)

لَوْنُهُ أَسْوَدُ       khabar 3 (jumlah ismiyah)

تَحْمِلُ الرًّكَّابَ       khabar 4 (jumlah fi’liyah)

 

 

 

 

 

 

 

التدريب

LATIHAN

 

Terjemahkan kalimat dibawah ini, kemudian tentukan mana mubtada’nya dan mana khabarnya? Setelah itu jelaskan mubtada dan khabarnya terdiri dari susunan apa?

1.        اَلْمِسْطَرَةُ طَوِيْلَةٌ

2.       اَلطَّالِبُ الْمَاهِرُ صَادِقٌ

3.       سَاحَةُ الْمَسْجِدِ وَاسِعٌ

4.       اَلْمَدْرَسَةُ الْكَبِيْرَةُ وَسَطَ اْلَمَدِيْنَةِ

5.       مُدِيْرُ الْمَعْهَدِ تَجْلِسُ عَلَى الْكُرْسِيِّ

6.       اَلرَّئِيْسُ الْعَزِيْزُ وَجْهُهُ مُنِيْرٌ جَمِيْلٌ تَمْشِى إِلَى الْقَصْرِ بَعْدَ الْعَصْرِ

7.       عَلَى الْمَكْتَبِ قَلَمٌ طَوِيْلٌ لَوْنُهُ أَزْرَقُ

8.       فَوْقَ الْمَكْتَبِ امِصْبَاحٌ مُنِيْرٌ سِعْرُهُ غَالٍ تُضِيْءُ الْغُرْفَةَ

9.       عَلَى الْكُرْسِيِّ طِفْلٌ جَمِيْلٌ يَقْرَأُ الْقُرْأَنَ

10.   اَلْمَلِكُ كَالشَّمْسِ تُنِيْرُ الْأَرْضَ

11.   فِيْ الْبَيْتِ كُرْسِىٌّ قَدِيْمٌ لَوْنُهُ أَحْمَرُ تَقَعُ زَاوِيَةَ الْغُرْفَةِ

12.   مُحَمَّدٌ مَاهِرٌ يَدْرُسُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ

13.   مِنَ الْبَيْتِ إِلَى الْمَدِيْنَةِ زَيْد يَذْهَبُ بِالسَّيَّارَةِ

14.   كِتَابُ الْأُسْتَاذِ تَحْتَ الْوِسَادَةِ

15.   اَلْبِرْكَةُ السِّبَاحَةُ وَاسِعَةٌ جَمِيْلَةٌ   


Tamrinat Mubtada Khabar, Naat Man'ut, Mudhof Mudhof Ilaih

 Klik Disini




































Popular posts from this blog

1. Tasybih (Balaghah)

2. Istiaroh (Balaghah)

1. Isim, Fi'il, Harf (Nahwu)