3. Mu'rab & Mabni (Nahwu)
Mu’rab dan Mabni
معرب و مبني
Mu’rab = harakat akhir kata bisa berubah, bisa fathah, kasrah, dhammah, atau sukun
Mabni = Harakat akhir kata tidak bisa berubah
----------------------------------------------
MU’RAB ADA 4
1. Marfu’ = berharakat akhir dhammah ُ atau dhammatain ٌ
2. Manshub = berharakat akhir fathah َ atau fathatain ً
3. Majrur = Berharakat akhir kasrah ِ atau kasratain ٍ
4. Majzum = Berharakat akhir sukun ْ
Contoh mu’rab :
1. اَلْفَصْلُ وَاسِعٌ
2. فِى الْفَصْلِ كِتَابٌ
3. كَنَسْتُ الْفَصْلَ
Dalam contoh nomor 1 kata fashlun berharakat akhir dhammah
Dalam contoh nomor 2 kata fashlun berharakat akhir kasrah
Dalam conoth nomor 3 kata fashlun berharakat akhir fathah
Kesimpulan : kata fashlun harakat akhirya bisa berubah ubah, bisa menjadi fathah, bisa menjadi kasrah dan bisa menjadi dhammah, nah…. Karena harakat akhir yang bisa berubah ubah inilah kata fashlun disebut sebagai MU’RAB
Saat fashlun beharakat dhammah maka disebut marfu
Saat fashlun berharakat fathah maka disebut manshub
Saat fashlun berharakat kasrah maka disebut majrur
----------------------------------------------------
MABNI ADA 4
1. Mabni dengan fathah
2. Mabni dengan kasroh
3. Mabni dengan dhammah
4. Mabni degan sukun
Contoh mabni
في الفصل كتاب وَ كرسي وَ مكتب وَ سبورة وَ ممحاة وَ مصباح
Dalam kalimat diatas jika kita perhatikan huruf wawu selalu berharakat fathah, entah dimanapun posisinya di depan, di tengah, ataupun dibelakang, huruf wawu selalu berharakat fathah.
Kesimpulan : huruf wawu karena harakatnya tidak bisa berubah dan selalu fathah maka disebut mabni dengan fathah/ mabni alal fathi
Beberapa contoh mabni yang lain, kata kata dibawah ini harakatya tidak bisa berubah maka disebut dengan mabni.
فِي mabni dengan sukun
فَ mabni dengan fathah
بِ mabni dengan kasroh
حَيْثُ mabni dengan dhammah
KETERANGAN
Fiil mudhari = mayoritas mu’rab, sebagian kecil mabni
Isim = Mayoritas mu’rab, sebagian kecil mabni
Fiil madhi = semuanya mabni
Harf =semuanya mabni
Jika mu’rab maka disebut marfu mashub majrur atau majzum
Jika mabni maka disebut mabni dengan fathah, kasroh, dhammah, atau sukun
Jika isim mayoritas mu’rab, lantas apa saja isim yang mabni?
Jenis jenis isim yang mabni :
1. Isim isyaroh seperti :
هذا, هذه, تلك , ذلك ,
)هذان, هتان (tidak termasuk mabni, namun mu’rab
2. Isim istifham seperti :
من, ما, متى, أين, كيف , كم
3. Isim dhamir seperti:
هو, هما, هم, هي, هن, أنتَ, أنتِ, أنا, نحن, ك,ه,ها,تَ,تِ
4. Isim maushul seperti:
الذي, التي, الذين
5. Isim syarat seperti:
ما, من , متي, أين, كيف , مهما
6. Sebagian isim dharf (berarti ada dharf yang mabni)
منذ, حيث, أمس, الأن, إذ, إذا
Jika fiil mudhari’ mayoritas mu’rab, lantas apa saja fiil muhdari yang mabni?
1. Jika bersambung dengan nun taukid maka mabni dengan fathah, contoh :
يذهبَنَّ, يجلسَنَّ, يقرأنَّ
2. Jika bersambung dengan nun niswah maka mabni dengan sukun, contoh :
يذهبْنَ, يجلسْنَ, يقرأْنَ
Penting !!
FIIL MUDHARI’ MU’RAB TIDAK BISA MAJRUR
ISIM MU’RAB TIDAK BISA MAJZUM
Contoh Penguraian I’rab :
أَخَذَ مُحَمَّدٌ الْقَلَمَ وَلَمْ يَذْهَبْ إِلَى الْمَسْجِدِ
أَخَذَ = فعل ماض مبني على الفتحfiil madhi mabni dengan fathah
مُحَمَّدٌ = مرفوع isim marfu
الْقَلَمَ = منصوب isim manshub
وَ = مبني على الفتحHarf mabni dengan fathah
لم = مبني على السكون Harf mabni dengan sukun
يَذْهَبْ = مجزوم fiil mudhari majzum
الى = مبني على الفتح Harf mabni dengan fathah
المسجد= مجرور isim majrur
